
Sekolah Tinggi Teologi (STT) Real Batam Gelar Tes Potensi Akademik dan Wawancara Mahasiswa Baru Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027 Ganjil
BATAM, 4 Agustus 2026 — Sekolah Tinggi Teologi (STT) REAL Batam melaksanakan Tes Potensi Akademik (TPA) dan Wawancara Mahasiswa Baru Program Studi Pascasarjana Tahun Ajaran 2026/2027 Ganjil, Selasa (4/8/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring mulai pukul 14.00 WIB tersebut diikuti oleh 26 peserta dalam ruang pertemuan Zoom.
Proses seleksi ini menjadi salah satu tahapan penting dalam penerimaan mahasiswa baru Pascasarjana STT REAL Batam. Namun, kegiatan tersebut tidak ditempatkan semata-mata sebagai proses administratif untuk menentukan calon mahasiswa yang diterima. TPA dan wawancara menjadi ruang awal bagi institusi untuk memetakan kesiapan akademik, latar belakang, motivasi, serta arah studi calon mahasiswa sebelum memasuki kehidupan akademik Pascasarjana. Berbeda dengan proses penerimaan yang hanya berorientasi pada kelengkapan administrasi, STT REAL Batam menghadirkan unsur akademik Pascasarjana secara langsung dalam proses seleksi. Kegiatan ini melibatkan Direktur Pascasarjana, para Ketua Program Studi (Ka. Prodi) pada jenjang Magister dan Doktor, serta dosen-dosen Pascasarjana.
Keterlibatan unsur pimpinan dan akademisi tersebut menunjukkan bahwa penerimaan mahasiswa baru dipandang sebagai bagian dari upaya membangun kualitas komunitas akademik Pascasarjana sejak tahap awal. Calon mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada proses seleksi, tetapi juga berhadapan langsung dengan lingkungan akademik yang nantinya akan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan mereka.
Seleksi Tidak Berhenti pada Nilai Tes.Tes Potensi Akademik memberikan ruang untuk melihat kemampuan dasar calon mahasiswa dalam menghadapi tuntutan pembelajaran pada jenjang Pascasarjana. Sementara itu, wawancara memberikan dimensi yang lebih luas karena memungkinkan tim akademik menggali latar belakang pendidikan, pengalaman, motivasi, serta harapan calon mahasiswa terhadap studi yang akan ditempuh. Pendekatan tersebut menjadi relevan karena pendidikan Pascasarjana menuntut mahasiswa untuk tidak berhenti pada kemampuan memahami materi. Mahasiswa dituntut untuk mampu membaca persoalan secara kritis, membangun argumentasi akademik, melakukan refleksi teologis, serta mengembangkan penelitian yang memiliki relevansi dengan gereja dan masyarakat.
Dengan demikian, proses seleksi menjadi langkah awal untuk mempertemukan antara kesiapan calon mahasiswa dan tuntutan akademik Pascasarjana.
Kehadiran Direktur Pascasarjana Dr. Talizaro Tafonao, M.Pd,K bersama para Ka. Prodi Magister Teologi, Dr. Candra Gunawan Marisi, Ka. Prodi Magister Pendidikan agama Kristen Dr. Rita Evimalinda, M.Pd,K dan Dr. Joni M.P. Gultom, M.Th sebagai Ka. Prodi Doktoral memberikan dimensi strategis terhadap pelaksanaan seleksi. Setiap calon mahasiswa memiliki latar belakang dan tujuan studi yang beragam, sehingga proses wawancara menjadi kesempatan bagi institusi untuk memahami profil calon mahasiswa secara lebih utuh. Keterlibatan lintas program studi juga memperlihatkan bahwa Pascasarjana STT REAL Batam membangun proses penerimaan yang terintegrasi. Calon mahasiswa ditempatkan bukan hanya sebagai peserta seleksi, tetapi sebagai calon anggota komunitas akademik yang akan mengambil bagian dalam proses pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan di lingkungan STT REAL Batam.
Dalam konteks tersebut, proses wawancara juga menjadi ruang dialog antara calon mahasiswa dan institusi. Calon mahasiswa dapat menyampaikan motivasi serta arah pengembangan akademiknya, sementara tim akademik dapat memberikan gambaran mengenai karakter dan tuntutan studi Pascasarjana.
Sebanyak 26 peserta tercatat mengikuti kegiatan melalui ruang pertemuan daring. Kehadiran peserta bersama unsur pimpinan dan akademisi Pascasarjana menciptakan ruang interaksi yang mempertemukan calon mahasiswa dengan lingkungan akademik yang akan mereka masuki.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa proses penerimaan mahasiswa baru di STT REAL Batam tidak dipisahkan dari agenda pengembangan mutu akademik. Mahasiswa yang diterima nantinya diharapkan mampu mengikuti proses pembelajaran yang menuntut kemandirian berpikir, kemampuan membaca literatur, diskusi akademik, penelitian, dan refleksi terhadap berbagai persoalan teologis serta kehidupan masyarakat. Mempersiapkan Pascasarjana yang Responsif terhadap PerubahanPendidikan teologi pada jenjang Pascasarjana menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, dinamika kehidupan gereja, serta munculnya berbagai persoalan kemanusiaan menuntut lulusan teologi untuk memiliki kemampuan membaca konteks secara lebih tajam.
Karena itu, STT REAL Batam memandang proses penerimaan mahasiswa baru sebagai bagian dari perjalanan membangun ekosistem akademik yang mampu merespons perubahan tersebut. Calon mahasiswa yang memasuki program Pascasarjana diharapkan tidak hanya mengejar peningkatan jenjang pendidikan, tetapi juga memiliki kesiapan untuk mengembangkan gagasan, melakukan penelitian, memperdalam refleksi teologis, serta memberikan kontribusi bagi gereja dan masyarakat.
Proses Tes Potensi Akademik dan Wawancara pada 4 Agustus 2026 dengan demikian menjadi lebih dari sekadar tahapan seleksi. Kegiatan ini merupakan pintu awal untuk mempertemukan calon mahasiswa dengan budaya akademik Pascasarjana STT REAL Batam—sebuah ruang yang diharapkan melahirkan pembelajar, peneliti, pemikir, dan pelayan yang mampu menghadirkan kontribusi nyata di tengah perkembangan zaman.
Melalui proses seleksi yang terarah dan melibatkan unsur akademik secara langsung, STT REAL Batam terus membangun Pascasarjana yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualifikasi akademik, tetapi juga pada pembentukan kapasitas intelektual, kedalaman refleksi teologis, dan kesiapan berkontribusi bagi gereja serta masyarakat.



